Namanya perasaan.


Aku rasa manusia sangat suka mengingat-ingat.

Seperti mengingat kapan terakhir kali makan mie instan, rasanya sudah rindu ingin makan lagi.

Mengingat-ingat untuk apa saja membelanjakan uang, karena belum akhir bulan sudah dilanda krisis moneter.

Dan mengingat kembali caraku bertemu denganmu adalah yang paling sering kulakukan.

Ternyata benar, kalau sudah jatuh cinta segala macam kriteria yang kita tetapkan sudah tidak penting lagi.

Yaa karna cinta itu tentang perasaan, perasaan yang nggak bisa di kontrol sama hati.

Kalau sudah punya perasaan buat seseorang, hati nggak akan bisa bohong.

Sama seperti perasaanku ke dia.

Dari awal bertemu, aku sudah menduga bahwa aku akan punya perasaan suka padanya.

Tapi sebelnya, aku nggak menduga kalau ternyata perasaan suka ini akan berubah menjadi rasa sayang.

Rasa sayang dan takut, takut dia sakit dan terluka.

Maunya dia baik-baik aja, sehat dan selalu bahagia.

Terus lama-lama rasa sayang itu sampai pada titik jatuh cinta.

Yang sekarang sudah terlalu dalam dan sangat sulit untuk dikendalikan.

Kalau ditanya “apa nggak capek”, jawabannya “iyaa capek, CBL (capek buanget loch)".

Capek karna sayang sama orang, yang disayang sama banyak orang.

Yaah… mau gimana lagi? namanya perasaan.

Komentar